Thanks you, Ayas.
Tulisan ini didedikasikan untukmu, Ayas
Terimakasih karena sudah menjad pribadi
yang mau terus belajar hal baru, mencoba untuk memahami diri kamu, menghargai
hal-hal kecil yang telah dirimu lakukan untuk kebaikanmu. Semangatmu untuk
belajar dari apapun dan tentang apapun tidak pernah menyerah, dunia ini bukan
hanya tentang dirimu tapi juga ada orang lain disekitarmu.
Terimakasih
sudah bertahan di situasi terburukmu. Terimakasih untuk menghargai
segala perbedaan yang ada dan tentunya menghargai orang disekitarmu. Aku
menghargaimu untuk tidak mengeluarkan amarahmu walaupun di situasi tertekan.
Aku sangat bangga kamu telah menjadi pendengar yang baik untuk orang-orang
disekitarmu, untuk merangkul dan memberikan pendapat yang insyaallah tidak
menyakiti hati orang lain.
Terimakasih kamu selalu bertahan menjadi
dirimu dan tidak berubah apapun pendapat orang tentangmu. Walaupun banyak orang
yang sering berkomentar buruk tentangmu, dari sana kamu belajar banyak hal kamu
bisa memilah mana yang positif dan negatif. Terimakasih telah menghargai
privasi dan pribadimu. Terimakasih telah menangis dan tertawa untuk segala hal
yang terjadi kepadamu. Tangisanmu itu sangat membantu meringankan beban yang
terjadi.
Tiga tahun lalu adalah masa terberatmu tapi
pada saat itu kamu mampu bertahan seorang diri tanpa ada orang yang tahu bagaimana
rasanya jadi dirimu. Terimakasih untuk tidak membebankan orang lain atas apa
yang telah menimpamu. Ketika kamu berasa dimasa yang sama seperti tida tahun
lalu menangislah sesukamu agar dirimu merasa lebih ringan. Dan bangkitlah
kembali.
Tidak jarang kamu diremehkan orang lain
karena kemampuanmu, penampilanmu dan dirimu sekalipun. Terimakasih untuk tidak
membalas orang lain yang meremehkanmu dengan hal-hal yang buruk. Bagi orang
lain mungkin hidupmu biasa, datar, tidak berwarna tapi tidak apa, yang tahu
kamu dan hidupmu hanyalah dirimu. Jangan pedulikan komentar buruk orang lain terhadapmu. Kamu ya kamu.
hidupmu adalah milikmu kamu bebas untuk menentukan kemana kamu akan berjalan.
Ayas, ibumu pernah bilang jangan pernah
merasa malu dan minder dengan dirimu tunjukkan pada orang lain bahwa kamu
adalah orang besar. Tidak peduli kata orang seperti apa teruslah berjalan untuk
mencapai impianmu. Bermimpilah yang tinggi.
Bersyukur dengan apa adanya kamu adalah
yang lebih penting di bandingkan hal lain. Jangan pernah untuk membenci dirimu
sendiri.
Kamu
mencintai dirimu sendiri
Dengan
jati yang kamu punya
Dengan
harapan dan perjuangan
Tentang
gapai dan hampa
Memberanikan
diri untuk
Melangkah
di atas bumi
Ini adalah ungkapan terimakasih dan juga
pengingat untukmu agar apapun yang terjadi kamu tidak akan menyerah. Dirimu sudah berusaha keras hingga sekarang jangan sampai hal kecil membuatmu berhenti.
*untuk kalian yang mungkin membaca ini,
coba lakukan hal yang sama denganku yaitu berterimakasih untuk diri sendiri
karena terkadang kita lupa bahwa diri kita perlu untuk di apresiasi mengenai
hal-hal kecil sekalipun yang telah dilakukan oleh dirimu. Hal ini adahal hal
kecil namun dapat membuat dirimu lebih baik.


Komentar
Posting Komentar